Tampilkan postingan dengan label Evaluasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evaluasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Evaluasi Prestasi Belajar

1. Pengertian Evaluasi Belajar
Menurut Sudjana (1990:31) evaluasi adalah �proses pemberian atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu�. Sedangkan menurut Rusli (1990:22) bahwa yang dimaksud evaluasi adalah �suatu proses sistematik untuk menentukan sampai berapa jauh tujuan intruksional dapat dicapai oleh siswa�.


Dari uraian di atas maka evaluasi mengandung dua aspek yang penting yaitu:
a. Dalam evaluasi terdapat suatu proses sistematik untuk mengukur apakah siswa dapat mendiagnosa, menyeleksi dan menyelesaikan suatu pekerjaan.
b. Evaluasi digunakan untuk mengukur, menilai pencapaian tujuan dan keberhasilan dari kerja atau usaha guru.
Berdasarkan pengertian di atas maka pengertian evaluasi dan penilaian adalah istilah-istilah yang lebih luas artinya dari pada pengukuran. Evaluasi mencakup deskripsi kelakuan (behavior) siswa secara kualitatif maupun kuantitatif dan terhadap penilaian kelakuan tersebut. Sedangkan ukuran hanya terbatas pada aspek penilaian yang bersifat tetap dan kuantitatif.


2. Teknik Evaluasi Hasil Belajar Ekonomi
Teknik evaluasi adalah cara yang dilakukan dalam mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan yang dimaksud evaluasi hasil belajar ekonomi adalah cara yang digunakan oleh guru dalam mengevaluasi proses hasil belajar mengajar studi ekonomi.
Menurut Bukhori dalam (Arikunto, 2002:32) �tes adalah suatu percobaan yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok murid�.

Menurut Arikunto (2002:31) terdapat dua lat evaluasi yakni teknik tes dan non tes. Teknik tes menurut Indrakusuma dalam (Arikunto, 2002:32) adalah �suatu alat atau prosedur yang
sistematis dan obyektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang di inginkan seseorang dengan cara yang boleh dikatakan cepat dan tepat�.

Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, maka dibedakan atas tiga macam tes, yakni tes formatif, dan tes sumatif (Arikunto, 2002:33). Tes yang baik harus memiliki veliditas, reabilitas, objektivitas, praktibilitas, dan ekonomis.
Sedangkan teknik evaluasi selanjutnya adalah teknik non tes, menurut Arikunto (2002:26) �teknik non tes meliputi skala bertingkat, kuisioner, daftar cocok, wawancara, pengamatan, dan riwayat hidup�.

Dari pengertian di atas yang dimaksud tes adalah cara penilaian yang komprehensif seseorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi program atau tes merupakan suatu alat pengumpul informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat lain tes ini bersifat lebih resmi karena penuh dengan batasan-batasan.

3. Tes Formatif

Tes formatif yang dimaksud di sini adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti suatu program tertentu (Arikunto, 2002:36). Dalam kedudukannya seperti ini tes formatif dapat dipandang sebagai tes diagnostic pada akhir pelajaran.








Teknik pre-test dan post-test memiliki manfaat baik bagi guru, siswa, maupun program itu sendiri.
a. Manfaat Bagi Guru
1) Mengetahui sejauh mana bahan yang diajarkan sudah diterima oleh siswa
2) Mengetahui bagian-bagian mana dari bahan pelajaran yang belum menjadi milik siswa
3) Dapat meramalkan sukses dan tidaknya seluruh program yang telah diberikan
b. Manfaat Bagi Siswa
1) Digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan program yang menyeluruh
2) Merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa
3) Usaha perbaikan
4) Sebagai diagnosis
c. Manfaat Bagi Program
1) Apakah program yang telah diberikan merupakan program yang tepat dalam arti sesuai dengan keakapan anak
2) Apakah program tersebut membutuhkan pengetahuan-pengetahuan prasyarat yang belum diperhitungkan
3) Apakah diperlukan alat, sarana, dan prasarana untuk mempertinggi hasil yang akan dicapai
4) Apakah metode, pendekatan, dan alat evaluasi yang digunakan sudah tepat


Rujukan:
1. Arikunto, Suharsini. 1996. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
2. Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
3. Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
4. Lie, A. 2002. Cooperative Learning. Mempraktekkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana
5. Noornia, A. 1997. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model STAD pada Pengajaran Persen di Kelas IV SD Islam Ma�arif 02 Singosari. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana
6. Sardiman, A.M. 1990. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Persada



Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd

Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com

Selasa, 29 Maret 2011

Cara Menentukan Prestasi Belajar

Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Evaluasi Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan gambaran dari suatu tingkat keberhasilan siswa dalam belajar. Banyak faktor yang turut mempengaruhi sekaligus menentukan keberhasilan dalam belajar ini, yang antara lain telah dijelaskan di atas.

Guru yang sering memberikan latihan-latihan dalam rangka pemahaman materi akan menghasilkan siswa yang lebih baik bila dibandingkan dengan guru yang hanya sekedar menjelaskan dan tidak memberi tindak lanjut secara kontinyu. Dengan kata lain, prestasi belajar siswa sangat ditentukan oleh cara mengajar guru yang akan menciptakan kebiasaan belajar pada siswa (http:google/artikelmotivasi.com).

Berkaitan dengan prestasi belajar ada tiga tujuan penelitian dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a. Pengambilan keputusan tentang hasil belajar.
b. Pemahaman tentang peserta didik.
c. Perbaikan dalam pengembangan program pengajaran (Sudirman A. Tabrani Rusyam Zainal Arifin, 1991:242).

Pengambilan keputusan tentang hasil belajar ini merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh guru untuk menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar siswa. Di samping itu penilaian terhadap prestasi belajar siswa juga untuk memahami dan mengetahui tentang siap dan bagaimana peserta didik itu. Pemahaman tentang peserta didik ini untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan yang dimilikinya, agar mempermudah dan membantu guru dalam mengembangkan program pengajaran yang harus diberikan.

Sedangkan untuk menentukan nilai akhir dan mengukur prestasi belajar siswa, maka perlu evaluasi yang bisa berupa tes formatif maupun tes sumatif. Akan tetapi sebelum melakukan evaluasi perlu disusun standar penilaian terlebih dahulu untuk menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dengan harapan mendapat data sebagai bahan informasi guna mempermudah dalam melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan pengajaran.

Oleh karena itu, dengan adanya evaluasi atau tes tersebut maka akan diketahui sejauh mana kemajuan siswa setelah menyelesaikan suatu aktivitas dan juga untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajarnya atau dengan kata lain siswa akan mengetahui prestasi belajarnya dalam kurun waktu yang tertentu.


Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com